Apa yang dimaksud dengan Artificial Intelligence (AI)?

Ketika mendengar kata Artificial Intelligence (AI) pertama kali, yang sering terlintas dalam benak adalah tokoh-tokoh dalam film seperti Wall-E, Bumblebee dalam Transformers, atau T.A.R.S dalam film Interstellar.

In a nutshell,  AI is making computers act like those in movies [1]  :)).

Namun secara formal, apa sebenarnya definisi AI?

Apa yang dimaksud dengan Articial Intelligence (AI)?

Para ahli mendefinisikan AI (Kecerdasan Buatan) secara beragam dalam literatur. Namun menurut Russel&Norvig secara garis besar  definisi AI dapat dikategorikan ke dalam  dua dimensi berbeda seperti yang ditunjukkan dalam Tabel 1.

Tabel 1. Definisi AI dari berbagai sudut pandang [2]

“Sebuah upaya baru yang menarik untuk membuat komputer berpikir… mesin yang dilengkapi dengan akal pikiran (memiliki kemampuan berpikir), dalam arti sepenuhnya dan makna sesungguhnya” (Haugeland, 1985 )  [3].

“Otomatisasi kegiatan yang dikaitkan dengan pemikiran manusia, seperti kegiatan pengambilan keputusan  (decision-making), pemecahan masalah  (problem-solving), dan proses belajar (learning)…” (Bellman, 1978) [4].

“Sebuah studi tentang kemampuan mental melalui penggunaan model komputasi”(Charniak and McDermott, 1985) [7]

“Studi komputasi yang memungkinkan terbentuknya persepsi, penalaran, dan tindakan” (Winston, 1992) [8]

 

“Seni menciptakan mesin yang dapat mengerjakan fungsi/tugas yang membutuhkan kecerdasan jika dilakukan oleh manusia” (Kurzweil, 1990) [5]

“Sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan sesuatu dimana, pada saat ini, manusia melakukannya dengan lebih baik”-(Rich dan Knight, 1991) [6]

 

 

“Sebuah bidang studi yang bertujuan untuk menjelaskan dan meniru perilaku cerdas dalam hal proses komputasi” (Schalkoff, 1990) [9]

“Cabang dari Ilmu Komputer yang berkaitan dengan otomatisasi  perilaku cerdas (intelligent behavior)” (Luger and Stubblefield, 1993) [10]

Tabel 1 menampilkan beberapa definisi AI yang dirangkum oleh Russel&Norvig dari berbagai sudut pandang.

Pada baris pertama dalam Tabel 1 (baris atas), kita dapat melihat bahwa definisi AI dikaitkan dengan proses berpikir dan penalaran (reasoning). Sedangkan pada baris kedua (baris bawah) definisi AI dalam Table 1 dikaitkan dengan perilaku (behavior).

Pada kolom pertama (kolom kiri) dalam Tabel 1, dapat kita lihat bahwa kesuksesan sebuah mesin diukur berdasarkan performa manusia. Sedangkan pada kolom kedua (kolom kanan), definisi AI berfokus pada konsep ideal yang disebut rationality.  Sebagai informasi tambahan, sebuah sistem dikatakan rational jika dapat berpikir secara logis (masuk akal) dan mampu memilih suatu tindakan yang dapat menghasilkan keluaran optimal.  In fact, dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak selalu bertindak rational :).

Agar mudah diingat, tujuan AI secara garis besar dapat dirangkum seperti dalam Tabel 2.

Tabel 2.Tujuan AI secara garis besar [2]

Sistem dapat berpikir seperti manusia. Sistem dapat berpikir secara rational.
Sistem dapat bertindak seperti manusia. Sistem dapat bertindak secara rational.

Nah silakan diingat-ingat kembali apakah tokoh-tokoh mesin cerdas di dalam film-film  atau karakter pendukung dalam games favorit Anda memenuhi kriteria di atas untuk layak dikatakan memiliki AI :)).

Bagi pembaca yang tertarik untuk memahami AI secara mendalam, silakan membuka-buka buku karangan Russel&Norvig [11]. Mereka juga memiliki situs asli berbahasa Inggris yang dapat anda temukan di link ini.

Demikian pemaparan singkat mengenai definisi AI. Semoga bermanfaat.

Salam,

Medria Hardhienata

References

  • [1] http://www.cse.buffalo.edu/~rapaport/definitions.of.ai.html
  • [2] http://people.eecs.berkeley.edu/~russell/intro.html
  • [3] Haugeland, J. (1985). Artificial intelligence: The very idea. Cambridge, MA: MIT Press
  • [4] R. E. Bellman, An Introduction to Artificial Intelligence: Can Computers Think?, Boyd and Fraser Publishing Company, 1978.
  • [5] Kurzweil, R. (1990). The Age of Intelligent Machines. MIT Press, Cambridge, Massachusetts.
  • [6] Rich, E., & Knight, K. (2009). Artificial intelligence (2nd ed.). New York, NY: McGraw-Hill.
  • [7] Charniak, E., & McDermott, D. (1985). Introduction to artificial intelligence. Reading, MA: AddisonWesley.
  • [8] Winston, P. H. (1992). Artificial intelligence (3rd ed.). Reading, MA: Addison-Wesley.
  • [9] Schalkoff, R. J. (1990). Artificial Intelligence: An Engineering Approach, McGraw Hill, New York.
  • [10] Luger, G. F. and Stubblefield, W. A. (1992). Artificial Intelligence, Benjamin-Cummings, Redwood City, California.
  • [11] Norvig, P. Russel, and S. Artificial Intelligence. “A modern approach.” (2002).

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s